Recent Posts
08 Februari 2018
Peluang Bisnis Terkini dengan…
30 Januari 2018
Jakarta, CNN Indonesia --…
27 Januari 2018
Tutut alias keong sawah selain…
26 Januari 2018
Peluang bisnis dan usaha…
27 Juli 2017
Setelah sukses mengenalkan…
25 Juli 2017
Membangun usaha dengan modal…

Contact Us
Nama. USAHA 123

No Telp. 021 88535

Email. usaha123@gmail.com

IG. -

Alamat. Bekasi

Website. usaha123.com

 

Sukses Membangun Usaha dengan Modal “Patungan”

Administrator Ekonomi Dilihat 4047 kali

Membangun usaha dengan modal patungan sangat dimungkinkan, agar modal usaha yang dikeluarkan masing-masing pemilik tidak besar. Sebenarnya jumlah modal yang dibutuhkan tergantung dari jenis usaha yang akan dibangun. Jika usaha yang dibuat adalah café kecil tentu modal yang dikeluarkan tidak banyak. Berbeda jika ingin membuat restoran, tentunya modal yang dibutuhkan juga tidak sedikit.

Di sinilah keuntungan bisnis patungan, yaitu saat usaha yang akan dibangun membutuhkan modal besar, seperti restoran. Jika membuat restoran dengan modal sendiri tentunya sangat berat dan resiko ditanggung sendiri. Apabila modal dapat dikumpulkan bersama dengan teman-teman atau kerabat tentunya beban menjadi lebih ringan, tidak hanya dari segi finansial tapi tenaga dan pikiran dapat dibagi.

Tips Membangun Usaha Patungan

Perjanjian Harus Jelas

Rata-rata orang akan menyepelekan masalah perjanjian hitam di atas putih saat memulai usaha patungan. Apalagi jika rekan usaha adalah teman dekat atau kerabat. Ini karena rasa percaya pada rekan kerja yang sudah lama dikenal. Padahal, walaupun berteman atau bersaudara, perjanjian di awal membangun usaha menjelaskan soal batas hak dan kewajiban selama menjalankan bisnis.

Tidak adanya perjanjian yang jelas akan berdampak pada pembagian hasil dan hal-hal mendasar lainnya. Biasanya di tengah perjalanan menjalankan usaha akan ada masalah pembagian kerja yang dirasa tidak adil, atau pembagian hasil yang dirasa kurang sesuai dengan beban yang ditanggung masing-masing pemilik modal. Persoalan sepele bisa menjadi besar dan beresiko menghancurkan usaha serta hubungan pertemanan dan saudara.

Tumbuhkan Rasa Saling Memiliki

Anda dan teman satu tim merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Jadi jangan ada rasa lebih memiliki karena usaha yang dibangun berasal dari modal Anda atau tenaga dan pikiran Anda yang lebih besar. Tim yang solid adalah tim yang bekerja sama-sama dan rasa saling memiliki yang kuat. Usaha Anda menjadi besar karena ada bantuan dari teman atau kerabat.

Jangan Terlalu Perhitungan

Meskipun bisnis adalah bisnis, tetapi saat berhadapan dengan teman satu tim jangan terlalu perhitungan dengan apa yang dikerjakannya. Mungkin Anda bekerja lebih keras dari teman Anda, tetapi jangan membandingkan usaha Anda dengan rekan Anda. Sekali lagi tanpa andil teman tersebut, usaha Anda tidak akan berjalan seperti sekarang.

Saling Percaya

Agar hubungan pertemanan dan bisnis berjalan lancar, sebaiknya tetap pertahankan rasa saling percaya. Buat teman Anda juga mempercayai Anda. Jadi keterbukaan dalam menjalani bisnis sangat penting, supaya tidak ada saling curiga. Terutama transparansi masalah keuangan usaha yang bisa membahayakan jalannya bisnis yang dirintis.

Konsisten Pada Kesepakatan Awal

Kesepakatan awal harus dipatuhi, agar usaha dapat bertahan lama. Apabila salah satu pihak melanggar, maka rasa percaya dan saling memiliki satu tim akan hancur. Jika satu sama lain saling curiga, maka usaha yang dirintis akan berantakan.

Etika Bisnis Patungan

Untuk menghindari permasalahan yang terjadi selama menjalani bisnis, maka harus ada etika yang dipatuhi. Sebaiknya setiap anggota mematuhi etika dalam berbisnis, agar hubungan pertemanan dan bisnis semakin harmonis. Beberapa etika yang harus dipatuhi pengusaha patungan sebagai berikut,

Pembagian peran yang jelas. Harus ada peran yang jelas untuk masing-masing anggota. Siapa yang bertindak sebagai investor, pelaksana, atau investor dan pelaksana. Pembagian ini penting untuk mencapai kesepakatan dalam pembagian hasil.

Pembagian tugas yang jelas. Di sini setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan usaha harus memiliki tugas yang jelas. Apalagi jika bisnis yang dibangun tidak merekrut orang lain sebagai pegawai. Jadi di awal harus ditetapkan si A mendapat tugas sebagai apa dan apa saja pekerjaannya.

Buat kesepakatan untuk melakukan audit pada periode tertentu. Dalam rentang waktu yang sudah disepakati harus dilakukan audit keuangan dan aset usaha. Pelaksanaan audit harus diketahui semua penanam modal.

Sebaiknya untuk investor mendapat pembagian laba pada rentang waktu tertentu, misal 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali. Sedangkan untuk pelaksana akan menerima hasil berupa gaji bulanan.

Kesimpulannya, ketika membangun usaha bersama perlu ada saling pengertian, meskipun bisnis membutuhkan administrasi dan penghitungan yang jelas. Dengan saling percaya dan pengertian, tidak perlu ragu membangun usaha dengan modal patungan.

Bagikan: 4047 kali